Jumat, 09 Agustus 2019

Cara mendapatkan ilmu yang bermanfaat dengan Niat yang baik

Assalamu'alaikum warahmatullah
Selamat siang di hari sunah puasa arofah
Semoga kita selalu dalam lindungan Allah dan mendapatkan Ridho nya..Aamiin


  • Niat Belajar.
ثم لابد له من النية فى زمان تعلم العلم، إذ النية هى الأصل فى جميع الأفعال لقوله عليه السلام: إنما الأعمال بالنيات. حديث صحيح. 
 Wajib berniat waktu belajar. Sebab niat itu menjadi pokok dari segalahal, sebagaimana sabda nabi saw : Sesungguhnya amal-amal perbuatan ituterserah niatnya” Hadits shahih.

[روى] عن رسول الله صلى الله عليه وسلم: كم من عمل يتصور بصورة عملالدنيا، ثم يصير بحسن النية من أعمال الآخرة، وكم من عمل يتصور بصورة عملالآخرة ثم يصير من أعمال الدنيا بسوء النية. 
Dari beliau pula diriwayatkan sebuah hadits : ”Banyak amal perbuatanyang berbentuk amal dunia, lalu menjadi amal akhirat yang karena bururkniatnya maka menjadi amal dunia.”
  • Niatan Baik dan Buruk.
وينبغى أن ينوى المتعلم بطلب العلم رضاء الله والدار الآخرة، وإزالةالجهل عن نفسه، وعن سائر الجهال، وإحياء الدين وإبقاء الإسلام، فإن بقاءالإسلام بالعلم، ولايصح الزهد والتقوى مع الجهل.
وأنشدنا الشيخ الإمام الأجل الأستاذ برهان الدين صاحب الهداية لبعضهم شعرا:
فـساد كـبير عـالم مـتهتـك            وأكـبر منه جاهل متنسك
هما فتنة للعالمين عظيمة            لمن بهما فى دينه يتمسك

Di waktu belajar hendaklah berniat mencari Ridha Allah swt.Kebahagian akhirat, memerangi kebodohan sendiri dan segenap kaum bodoh,mengembangkan agama dan melanggengkan islam sebab kelanggengan islam ituharus diwujudkan dengan ilmu. Zuhud dan taqwapun tidak sah jika tanpaberdasar ilmu.
Syaikhul imam Ajall Burhanuddin Shahibul Hidayah menyanyikan syair gubahan sebagian ulama :
  • Hancur lebur, orang alim tak teratur Lebih lebur, bila si jahil ibadah ngawur
  • Keduanya menjadi fitnah,menimpa ganas di dunia
Atas yang mengikutinya, sebagai dasar peri agama.

وينوى به: الشكر على نعمة العقل، وصحة البدن, ولا ينوى به إقبال الناس عليه، ولا استجلاب حطام الدنيا، والكرامة عند السلطان وغيره. 
Dengan belajar pula, hendaklah diniati untuk mensyukuri kenikmatanakal dan badan yang sehat. Belajar jangan diniatkan untuk mencaripengaruh, kenikmatan dunia ataupun kehormatan di depan sultan danpenguasai-penguasa lain.

وقال محمد بن الحسن رحمة الله عليهما: لو كان الناس كلهم عبيدى لأعتقتهم وتبرأت عن ولائهم. 
Muhammad Ibnul Hasan berucap: ‘andaikan seluruh manusia itu manjadibudak belianku, niscaya kumerdekakan seluruhnya dan bebaskan darikekuasaanku.”
  • Kelezatan dan Hikmah Ilmu.
[وذلك لأن] من وجد لذة العلم والعمل به، قلما يرغب فيما عند الناس.أنشدنا الشيخ الإمام الأجل الأستاذ قوام الدين حماد بن إبراهيم بن إسماعيلالصفار الأنصارى إملاء لأبى حنيفة رحمة الله عليه:
من طلب العلم للمعاد        فاز بفضل من الرشاد
فـيالخسـران طالـبيـه        لـنيل فـضل من العباد

Siapa saja telah merasakan kelezatan rasa ilmu dan amal, maka semakinkecillah kegemarannya akan harta benda dunia. Syaikhul Imamil AjallUstadz Qawamuddin Hammad bin Ibrahim bin ismail Ash-Shoffar Al-Anshoriymembacakan kami syair imla’ abu hanifah :
  • Siapa saja gerangan, menuntut ilmu untuk hari kemudian untuklah dapat keutamaan, anugrah Allah penunjuk jalan
  • Aduh, saja merugi, penuntut ilmu nan suci Hanya buat sesuap nasi, dari hamba ilahi.
اللهم إلا إّذا طلب الجاه للأمر بالمعروف والنهى عن المنكر، وتنفيذالحق، وإعزاز الدين لا لنفسه وهواه، فيجوز ذلك بقدر ما يقيم به الأمربالمعروف والنهى عن المنكر. 
Tetapi jikalau dalam meraih keagungan itu demi amar ma’ruf nahimunkar, memperjuangkan kebenaran dan meluhurkan agama bukan untukkeperluan hawa nafsu sendiri makadiperbolehkan sejauh batas telah dapatmenegakkan amar ma’ruf nahi munkar tersebut.

وينبغى لطالب العلم: أن يتفكر فى ذلك، فإنه يتعلم العلم بجهد كثير،فلايصرفه إلى الدنيا الحقيرة القليلة الفانية. (قال النبى صلى الله عليهوسلم: اتقوا الدنيا، فوالذى نفس محمد بيده إنها لأسحر من هاروت وماروت).شعر:
هى الـدنيا أقـل مـن الـقـليل    وعاشقها أذل من الذليل
تصم بسحرها قوما وتعمى    فـهم مـتخيرون بلا دليل

Penuntut ilmu hendaknya memperhatikan apa yang tersebut diatas. Iatelah mengatasi kepayahan yang cukup banyak, maka jangan sampai ilmuyang telah ia peroleh itu digunakan sarana bendahara duniawi yang hina,sedikit nilainya dan segera hancur ini. Syair menyebutkan :
  • Dunia itu sedikit, dan paling sedikit
Pecintanyapun hina, nan hina dina
  • Sihir dunia, membuat tuli dan buta
Kebingungan, tak tahu ke mana jalan
  • Pantangan Ahli ilmu.
وينبغى لأهل العلم أن لايذل نفسه بالطمع فى غير المطمع ويحترز عما فيهمذلة العلم وأهله. ويكون متواضعا، والتواضع بين التكبر والذلة، والعفةكذلك، ويعرف ذلك فى كتاب الأخلاق 
Orang berilmu itu hendaklah jangan membuat dirinya sendiri menjadihina lantaran tamak terhadap sesuatu yang tidak semestinya, jangansampai terjerumus ke dalam lembah kehinaan ilmu dan ahli ilmu. Ia supayaberbuat tawadu’ (sikap tengah-tengah antara sombong dan kecil hati),berbuat iffah, yang keterangan lebih jauhya bisa kita dapati dalam kitabakhlaq.

أنشدنى الشيخ الإمام الأستاذ ركن الدين المعروف بالأديب المختار شعرا لنفسه: 
Syaikhul imamil ajall ustadz ruknul islam yang terkenal sebagai sasterawan ternama mengemukakan gubahan syi’irnya:

إن الـتواضـع مـن خـصـال المـتقى            وبه التقى إلى المـعالى يرتقى
ومن العجائب عجب من هو جاهل            فى حالة أهو السعيد أم الشقى
أم كـيـف يخــتم عـمـره أو روحــه            يوم الـنوى مـتسفل أو مرتقى
والـكـــبـريـاء لـربـنـا صــفـة لــــه            مـخـصـوصة فتجـنبها واتقى
  • Tata kerama, benar-benar budi orang taqwa Ia menanjak tinggi, dengan sikap
  • Ajaib, ajaiblah orang tidak tahu dirinya sendiri Bahagiakah nanti, apa malah celaka diri ?
  • Bagaimana waktu meninggalkan dunia, pungkasan umur nyawanya. Suul khatimah, apa husnul khatimah?
  • Keagungan, itu khusus sifat ar-rahman Singkirlah, waspadalah!
قال أبو حنيفة رحمة الله عليه لأصحابه: عظموا عمائمكم ووسعوا أكمامكم. وإنما قال ذلك لئلا يستخف بالعلم وأهله 
Kepada sahanat-sahabatnya, abu Hanifah berkata : ”besarkanlah putaranserban kalian, dan perlebarlah lobang lengan baju kalian”. ucapan inidikemukakan agar supaya ilmu dan ahli ilmu tidak terpandang remeh.
  • Saran Khusus Buat pelajar.
وينبغى لطالب العلم أن يحصل كتاب الوصية التى كتبها أبو حنيفة رضى اللهعليه ليوسف بن خالد السمتى عند الرجوع إلى أهله، يجده من يطلب العل وقد كانأستاذنا شيخ الإسلام برهان الدين على بن أبو بكر قدس الله روحه العزيزأمرنى بكتابته عند الرجوع إلى بلدى فكتبته، ولابد للمدرس والمفتى فىمعاملات الناس منه، وبالله التوفيق. 
Sebaiknya pelajar bisa mendapatkan buku wasiat tulisan Abu Hanifah(yang tadinya) untuk Yusuf Bin Khalid As-Simty waktu pulang kembaliketengah-tengah keluarganya. Dan buku ini bisa didapatkan oleh yang maumencarinya. Guru kita sendiri, yaitu Syaikhul Imam Burhanul Immah AliyAbu Bakar semoga Allah mensucikan ruhnya yang mulya itu adalah jugamemerintahkan kami waktu mau pulang ke daerah agar menulis bukutersebut, dan kamipun melakukannya. Sang guru dan mufti (pemberi fatwa)bidang pergaulan manusia, tidak boleh tidak juga memegangi buku wasiattersebut.

Wallahu alam
Semoga bermanfaat

Syarat-syarat Mencari Ilmu Supaya Sukses

Assalamu'alaikum warahmatullah

Selamat malam sahabat blogger,terimakasih tetap setia mengunjungi blog saya ini
Semoga senantiasa kita dalam lindungan Allah SWT.




اَلاَ لاَتَنَالُ الْعِلْمَ اِلاَّ بِسِتَّةٍ # سَأُنْبِيْكَ عَنْ مَجْمُوْعِهَا بِبَيَانٍ

ذُكَاءٍ وَحِرْصٍ وَاصْطِبَارٍوَبُلْغَةٍ # وَاِرْشَادُ اُسْتَاذٍ وَطُوْلِ زَمَانٍ


ELINGO DAK KASIL ILMU ANGING NEM PERKORO. BAKAL TAK CERITAAKE KUMPULE KANTI PERTEO.
RUPANE LIMPAT LOBA SOBAR ONO SANGUNE.
LAN PIWULANGE GURU LAN SING SUWE MANGSANE

artinya :
Ingatlah….. tidak akan kalian mendapatkan ilmu yang manfaat kecuali dengan 6[enam] syarat, yaitu cerdas,semangat,sabar,biaya,petunjuk ustadz dan waktu yang lama Keterangan

Ilmu yang manfaaat adalah ilmu yang bisa menghantarkan pemiliknya pada ketakwaan kepada Allah subhanahu wataala,ilmu yang adalah nur ilahi yang hanya diperuntukkan bagi hamba-hambanya yang soleh, ilmu manfaat inilah yang tidak mungkin bisa di dapatkan kecuali dengan adanya 6 syarat yang harus di lengkapi para pencarinya, adapaun 6 syarat tersebut adalah :


1. Cerdas
artinya kemampuan untuk menangkap ilmu, bukan berarti IQ harus tinggi,walaupun dalam mencari ilmu IQ yang tinggi sangat menentukan sekali, asal akalnya mampu menangkap ilmu maka berarti sudah memenuhi syarat pertama ini, berbeda dengan orang gila atau orang yang ideot yang memang akalnya sudah tidak bisa menerima ilmu maka sulitlah mereka mendapatkan ilmu manfaat, namun perlu di ingat bahwa kecerdasan adalah bukan sesuatu yang tidak bisa meningkat,kalau menurut orang-orang tua, akal kita adalah laksana pedang,semakin sering di asah dan di pergunakan maka pedang akan semakin mengkilat dan tajam,adapun bila di diamkan maka akan karatan dan tumpul,begitupula akal kita semakin sering dibuat untuk berfikir dan mengaji maka akal kita akan semakin tajam daya tangkapnya dan bila di biarkan maka tumpul tidak akan mampu menerima ilmu apapun juga.


2. Semangat
artinya sungguh-sungguh dengan bukti ketekunan, mencari ilmu tanpa kesemangatan dan ketekunan tidak akan menghasilkan apa-apa,ilmu apalagi ilmu agama adalah sesuatu yang mulia yang tidak akan dengan mudah bisa di dapatkan,oleh karenanya banyak orang mencari ilmu tapi yang berhasil sangat sedikit di banding yang tidak berhasil,kenapa?..karena mencari ilmu itu sulit, apa yang kemarin di hafalkan belum tentu sekarang masih bisa hafal,padahal apa yang di hafal kemarin masih berhubungan dengan pelajaran hari ini, ahirnya pelajaran hari inipun berantakan karena hilangnya pelajaran kemarin,maka tanpa kesemangatan dan ketekunan sangat sulit kita mendapatkan apa yang seharusnya kita dapatkan dalam tolabulilmi.


3. Sabar
artinya tabah menghadapi cobaan dan ujian dalam mencari ilmu, orang yang mencari ilmu adalah orang yang mencari jalan lurus menuju penciptanya, oleh karena itu syetan sangat membenci pada mereka,apa yang di kehendaki syetan adalah agar tidak ada orang yang mencari ilmu,tidak ada orang yang akan mengajarkan pada umat bagaimana cara beribadah dan orang yang akan menasehti umat agar tidak tergelincir kemaksiatan,maka syetan sangat bernafsu sekali menggoda pelajar agar gagal dalam pelajarannya,digodanya mereka dengan suka pada lawan jenis,dengan kemelaratan,dan lain-lain .


4. Biaya
artinya orang mengaji perlu biaya seperti juga setiap manusia hidup yang memerlukannya, tapi jangan di faham harus punya uang apalagi uang yang banyak,biaya disini hanya kebutuhan kita makan minum sandang dan papan secukupnya,pun tidak harus merupakan bekal materi, dalam sejarah kepesantrenan dari zaman sahabat nabi sampai zaman ulama terkemuka kebanyakan para santrinya adalah orang-orang yang tidak mampu,seperti Abu hurairoh sahabat Nabi seorang perawi hadist terbanyak adalah orang yang sangfat fakir,imam syafi’i adalah seorang yatim yang papa, dan banyak lagi kasus contohnya,biaya disini bisa dengan mencari sambil khidmah atau bekerja yang tidak mengganggu belajar,


5. Petunjuk ustadz
artinya orang mengaji harus digurukan tidak boleh dengan belajar sendiri,ilmu agama adalah warisan para nabi bukan barang hilang yang bisa di cari di kitab-kitab, dalam sebuah makalah [ saya tidak tahu apakah ini hadis atau sekedar kata-kata ulama] barang siapa belajar tanpa guru maka gurunya adalah syetan, dan ada pula makalah لقال من قال بماشاء السند لولا andai tidak ada sanad [pertalian murid dan guru] maka akan berkata orang yang berkata[tentang agama] sekehendak hatinya. Kita bisa melihat sejarah penurunan wahyu dan penyampaiannya kepada para sahabat,betapa Nabi setiap bulan puasa menyimakkan Al-Qur’an kepada jibril dan sebaliknya, kemudian Nabi menyampaikan kepada para sahabat,sahabat menyampaikan kepada para tabi’in, lalu para tabi’in menyampaikan pada tabi’i at-tabi’in dan seterusnya kepada ulama salaf,lalu ulama kholaf, lalu ulama mutaqoddimin lalu ulama muta’akhirin dan seterusnya sampai pada umat sekarang ini, jadi ilmu yang kita terima sekarang ini adalah ilmu yang bersambung sampai Nabi dan sampai kepada Allah subhanahu wa ta’ala, jadi sangat jelas sekali bahwa orang yang belajar harus lewat bimbingan seorang guru,guru yang bisa menunjukkan apa yang dikehendaki oleh sebuah pernyataan dalam sebuah ayat atau hadis atau ibarat kitab salaf, karena tidak semua yang tersurat mencerminkan apa yang tersirat dalam pernyatan,


6. Lama
artinya orang belajar perlu waktu yang lama,lama disini bukan berarti tanpa target,sebab orang belajar harus punya target,tanpa target akan hampa dan malaslah kita belajar,

Sabtu, 01 Juni 2019

ADAB SANTRI TERHADAP MUROBBI

السلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته
Selamat malam sahabat blogger semua, Semoga amal ibadah puasa kita di terima oleh Alloh SWT,dan semakin meningkatnya iman dan taqwa kita Aamiin.
postingan santri dhoif






Diriwayatkan dari Ubadah Bin Shamit RA, Rasul SAW bersabda :

لَيْسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ لَمْ يُجِلَّ كَبِيرَنَا وَيَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيَعْرِفْ لِعَالِمِنَا حَقَّهُ
“Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda serta yang tidak mengerti hak ulama” [HR Ahmad]

Tanbih :

Guru merupakan aspek besar dalam penyebaran ilmu, apalagi jika yang disebarkan adalah ilmu agama yang mulia ini. Para pewaris nabi begitu julukan mereka para pemegang kemulian ilmu agama. Tinggi kedudukan mereka di hadapan Sang Pencipta.
Akhlak serta adab yang baik merupakan kewajiban yang tak boleh dilupakan bagi seorang murid.

Para ulama Salaf, suri tauladan untuk manusia setelahnya telah memberikan contoh dalam penghormatan terhadap seorang guru. Sahabat Abu Sa’id Al-Khudri Radhiallahu ‘anhu berkata,
كنا جلوساً في المسجد إذ خرج رسول الله فجلس إلينا فكأن على رؤوسنا الطير لا يتكلم أحد منا
“Saat kami sedang duduk-duduk di masjid, maka keluarlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian duduk di hadapan kami. Maka seakan-akan di atas kepala kami terdapat burung. Tak satu pun dari kami yang berbicara” (HR. Bukhari).

Ibnu Abbas seorang sahabat yang ‘alim, mufasir Quran, seorang dari Ahli Bait Nabi pernah menuntun tali kendaraan Zaid bin Tsabit al-Anshari radhiallahu anhu dan berkata,
هكذا أمرنا أن نفعل بعلمائنا
“Seperti inilah kami diperintahkan untuk memperlakukan para ulama kami”.
Berkata Abdurahman bin Harmalah Al Aslami,
ما كان إنسان يجترئ على سعيد بن المسيب يسأله عن شيء حتى يستأذنه كما يستأذن الأمير
“Tidaklah sesorang berani bertanya kepada Said bin Musayyib, sampai dia meminta izin, layaknya meminta izin kepada seorang raja”.
Ar-Rabi’ bin Sulaiman berkata,
مَا وَاللَّهِ اجْتَرَأْتُ أَنْ أَشْرَبَ الْمَاءَ وَالشَّافِعِيُّ يَنْظُرُ إِلَيَّ هَيْبَةً لَهُ
“Demi Allah, aku tidak berani meminum air dalam keadaan Asy-Syafi’i melihatku karena segan kepadanya”.
Diriwayatkan oleh Al–Imam Baihaqi, Umar bin Khattab mengatakan,
تواضعوا لمن تعلمون منه
“ Tawadhulah kalian terhadap orang yang mengajari kalian”.
Al Imam As Syafi’i berkata,
كنت أصفح الورقة بين يدي مالك صفحًا رفيقًا هيبة له لئلا يسمع وقعها
“Dulu aku membolak balikkan kertas di depan Malik dengan sangat lembut karena segan padanya dan supaya dia tak mendengarnya”.
Abu ‘Ubaid Al Qosim bin Salam berkata, “Aku tidak pernah sekalipun mengetuk pintu rumah seorang dari guruku, karena Allah berfirman,
وَلَوْ أَنَّهُمْ صَبَرُوا حَتَّى تَخْرُجَ إِلَيْهِمْ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Kalau sekiranya mereka sabar, sampai kamu keluar menemui mereka, itu lebih baik untuknya” (QS. Al Hujurat: 5).
Sungguh mulia akhlak mereka para suri tauladan kaum muslimin, tidaklah heran mengapa mereka menjadi ulama besar di umat ini, sungguh keberkahan ilmu mereka buah dari akhlak mulia terhadap para gurunya.

Dr. H. Fathul Bari Alvers di dalam ODOH me ngatakan : “Guru memang bukan orang hebat, akan tetapi semua orang hebat berkat jasa guru”. Itulah kata orang bijak. Guru dalam bahasa Jawa merupakan akronim dari "digugu lan ditiru" (orang yang dipercaya dan diikuti), bukan hanya sekedar transfer of knowledge akan tetapi lebih dari itu ia mendidik moral dan spiritual atau menurut Ki Hajar Dewantoro, diistilahkan dengan “cipta, rasa, dan karsa” dan dalam taksonomi belum dikenal dengan istilah Ranah Kognitif (aspek intelektual), Afektif (aspek emosional) dan Psikomotorik (keterampilan motorik). Seorang guru amatlah mulia karena tanpa perantaranya manusia tidak akan mengenal tuhan-Nya. ulama berkata :
لولا المربي، ما عرفت ربي
Seandainya tidak ada guru, niscaya aku tidak mengenal Tuhanku [Kitab Hikmatul Isyraq]

Rasul SAW menerangkan kemuliaan guru dalam sabda beliau :
إنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ حَتَّى النَّمْلَةَ فِيْ جِحرِهَا وَحَتَّى الْحُوْتَ لَيُصَلُّوْنَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ
Sesungguhnya Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, beserta penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang berada dalam sarangnya, demikian pula dengan ikan-ikan; Semuanya berdo’a untuk orang-orang yang mengajarkan kebajikan pada manusia.” [HR Tirmidzi]

Jika Allah dan malaikatnya saja memberikan kemuliaan kepada guru maka bagaimana sikap murid memuliakan kepadanya? Sahabat Abu Sa’id Al-Khudri RA berkata,
كنا جلوسا في المسجد فخرج رسول الله صلى الله عليه وسلم فجلس إلينا ولكأن على رؤوسنا الطير ، لا يتكلم أحد منا
“Saat kami sedang duduk-duduk di masjid, maka keluarlah Rasulullah SAW kemudian duduk di hadapan kami. Maka seakan-akan di atas kepala kami terdapat burung. Tak satu pun dari kami yang berbicara” [Mushannaf Ibnu Abi Syaibah].

Itulah sebagian dari hak guru sebagaimana hadits utama di atas. Di sisi lain, Kebaikan dari orang lain haruslah kita balas dengan kebaikan. Salah satu cara membalas kebaikan adalah dengan mendoakannya. Rasul SAW bersabda :
وَمَنْ أَتَى إِليْكُم مَعْروفاً فَكَافِئُوه فَإِنْ لَمْ تَجِدوا فَادْعُوا لَهُ، حَتَّى يَعلَمَ أن قَد كَافَئْتُمُوه
“Apabila ada yang berbuat baik kepadamu maka balaslah dengan balasan yang setimpal. Apabila kamu tidak bisa membalasnya, maka doakanlah dia hingga engkau memandang telah mencukupi untuk membalas dengan balasan yang setimpal. [HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad]

Seperti itulah yang dilakukan oleh Imam Ahmad bin Hanbal kepada gurunya. Beliau berkata:
إِنِّيْ لأَدْعُو اللهَ لِلشَّافِعِيِّ فِيْ صَلاَتِيْ مُنْذُ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً، أَقُوْلُ: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِمُحَمَّدِ بْنِ إِدْرِيْسَ الشَّافِعِيِّ
 Aku mendoakan al-Imam al-Syafi’i dalam shalat saya selama empat puluh tahun. Aku berdoa, “Ya Allah ampunilah aku, kedua orang tuaku dan Muhammad bin Idris al-Syafi’i.” [al-Baihaqi, Manaqib al-Imam al-Syafi’i]

Bahkan disamping doa, ada juga yang menambah dengan sedekah. Al-Imam an-Nawawi berkata :
وَقَدْ كَانَ بَعْضُ الْمُتَقَدِّمِيْنَ إِذَا ذَهَبَ إِلَى مُعَلِّمِهِ تَصَدَّقَ بِشَئْ ٍوَقَالَ اللَّهُمَّ اسْتُرْعَيْبَ مُعَلِّمِي عَنِّى وَلاَ تَذْهَبْ بَرَكَةَ عِلْمِهِ مِنِّى
Sebagian (Ulama) terdahulu jika berangkat menuju gurunya ia bershodaqoh dengan sesuatu kemudian berdoa: Ya Allah, tutuplah aib guruku dariku. Jangan hilangkan keberkahan ilmunya dariku [al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab]. 

Wallohu`alam 





Jumat, 26 April 2019

Mencintai ALLOH dengan Dzikir

السلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته
salam KORDA


Assalam Bissalam Lissalam
Semoga pagi ini kita selalu dalam lindungan_Nya..Aamiin
Hikmah Menjelang Tengah Malam

Oleh: _Syekh Alias Hashim_

Janganlah menjadikan amal ibadah yang kita lakukan bertujuan agar mendapatkan rezeki yang lancar, keuntungan yang banyak dalam usaha, atau untuk mendapatkan anak-anak yang soleh, bidadari syurga atau bahkan berharap untuk mendapatkan karomah. Karena semua itu sifatnya duniawi.

Segala kebaikan ataupun kesusahan yang menimpa, sesungguhnya hanya merupakan perantara agar kembali kepada-Nya.

Allah berfirman dalam ayatnya;

“ وَبَلَوْنَاهُمْ بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ لَعَلَّهُمْ يِرْجِعُوْنَ “,
Artinya “Dan Kami berikan cobaan kepada mereka dengan kebaikan dan kejelekan agar mereka kembali kepada Ku” (QS. Al-A’raf 16).

Maka dari itu jadikanlah Allah sebagai tujuan, tidak ada yang lainya. Sebagaimana Nabi bersabda:

“ إنَّ الْقُلُوْبَ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللهِ يُقَلِّبُهَا كَيْفَ يَشَاءُ ”
Artinya “sesungguhnya hati seorang hamba itu ada diantara dua jari Allah Dzat yang Maha Pengasih, dimana Allah membolak-balikkan sebagaimana apa yang Allah kehendaki” (HR. Tirmidzi).

Menjauhi Allah itu bahaya besar bagi orang mukmin...

Allah SWT berfirman:

وَمَنْ اَعْرَضَ  عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَـهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ  اَعْمٰى
""Dan sesiapa yang berpaling ingkar dari mengingati Ku, maka sesungguhnya adalah baginya kehidupan yang sempit, dan Kami akan himpunkan dia pada hari kiamat dalam keadaan buta"."
(QS. Ta Ha: Ayat 124).

Allah SWT berfirman:

وَمَنْ يَّعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمٰنِ نُقَيِّضْ لَهٗ شَيْطٰنًا فَهُوَ لَهٗ قَرِيْنٌ
"Dan sesiapa yang hatinya tidak mengindahkan zikir kepada Yang Maha Pengasih, Kami akan adakan baginya Syaitan (yang menghasut dan menyesatkannya), lalu menjadilah Syaitan itu temannya yang tidak renggang daripadanya."
(QS. Az-Zukhruf: Ayat 36).

Allah SWT berfirman:

اِسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطٰنُ فَاَنْسٰٮهُمْ ذِكْرَ اللّٰهِ  ؕ   اُولٰٓئِكَ حِزْبُ الشَّيْطٰنِ  ؕ  اَ لَاۤ اِنَّ حِزْبَ الشَّيْطٰنِ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ
"Syaitan telah menguasai dan mempengaruhi mereka, sehingga menyebabkan mereka lupa mengingati Allah; mereka itulah golongan Syaitan. Ketahuilah! Bahwa golongan Syaitan itu sebenarnya orang-orang yang rugi."
(QS. Al-Mujadilah: Ayat 19).

والله اعلم بالصواب

MILIK SIAPA RIZKI ITU ???

السلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته






Salam KORDA


الرزق هو ما ينتفع به ٬ وليس هو ما تحصل عليه ٬ فقد تربح مالاً وافراً ولكنك لا تنفقه ولا تستفيد منه فلا يكون هذا رزقك ولكنه رزق غيرك ٬ وأنت تظل حارساً عليه ٬ لا تنفق منه قرشاً واحداً

Rizqi itu adalah apa yang bisa engkau ambil manfaat darinya dan bukan semua yang engkau peroleh . Anda telah memiliki harta yang berlimpah ,tetapi anda tidak menginfakkannya dan tidak mendapatkan faidah darinya ,maka ini bukan rizqimu melain ia rizqi selainmu, engkau hanya sibuk menjaganya dan tidak membelanjakannya walau hanya satu qirsy ( uang mesir )

( Syaikh Mutawwali Asyarawi) 

Harta yang sebenarnya adalah yang kita manfaatkan rasanya ,selebihnya kita hanya mengaku ngaku saja bahwa itu milik kita .

Seseorang yang punya mobil 10 buah ,maka mobil dia sebenarnya adalah yang ia gunakan hari ini .

Seseorang boleh saja mengaku punya rumah dimana - mana , namun rumah ia dia sebenarnya adalah yang hari ini ia tinggali bersama anak dan istrinya .

Ada orang yang memilki koleksi baju yang mahal mahal ,dan dengan angkuhnya dia berkata itu adalah milik dia ,ternyata usianya habis sebelum semua baju ia pakai .

Karenanya jangan takabbur dengan mengatakakan saya sudah punya rumah besar dikampung , mobil mewah dan sawah yang banyak ,bisa jadi itu semua bukan rizqimu karena sampai saat ini engkau belum menikmatinya.

Uang yang ada direkeningmu bisa saja engkau hanya bisa melihat angka angkanya saja dan itu akan menjadi milik orang lain saat engkau wafat 

Karenanya nikmatilah setiap pemberian yang telah Allah berikan kepadamu walau ia terlihat sederhana ,karena nikmatnya pemberian itu ketika Allah memberikan kita kemampuan untuk bisa merasakan lapis lapis keberkahan dalam anugerahNya yang tidak bertepi 

Dalam hadis dari Abdullah bin Sikhirradhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَقُولُ ابْنُ آدَمَ مَالِى مَالِى – قَالَ – وَهَلْ لَكَ يَا ابْنَ آدَمَ مِنْ مَالِكَ إِلاَّ مَا أَكَلْتَ فَأَفْنَيْتَ أَوْ لَبِسْتَ فَأَبْلَيْتَ أَوْ تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ

Manusia selalu mengatakan, “Hartaku… hartaku…” padahal hakekat dari hartamu – wahai manusia – hanyalah apa yang kamu makan sampai habis, apa yang kami gunakan sampai rusak, dan apa yang kamu sedekahkan, sehingga tersisa di hari kiamat. (HR. Ahmad 16305, Muslim 7609 dan yang lainnya).

Karena rizqi itu apa yang bisa engkau rasakan dan nikmati maka jangan gusar melihat mereka yang lebih dalam hal dunia ,sebuah nasihat indah berkata : 


"إذا أردتَ السعادة فلا تنظر لمن قُسم لهُ أكثر منك ، بل لمن قُسم لهُ أقل"

" Jika engkau ingin bahagia maka jangan engkau melihat kepada mereka yang diberikan rizqi lebih darimu ,tetapi lihatlah siapa yang diberikan rizqi lebih sedikit darimu .

Di antara manusia ada yang Allah uji dengan penyakit diabetes sehingga porsi makanannya serba ditakar padahal ia punya banyak uang untuk bisa membeli makakan apa saja .

Ada yang punya rumah tetapi selalu sibuk ,bahkan sabtu minggu pun selalu meeting dan rapat ,maka yang menikmati rumahnya adalah pembantunya ,karena anak anaknya juga broken home disebabkan tidak merasakann kasih sayang orang tuanya.

Ada yang Allah uji dengan diambil penglihatannya sehingga ia tidak bisa melihat semua yang ia miliki 

Karena itu jangan takabbur saat ada dan jangan sedih ketika tidak ada sebab harta boleh berlimpah tetapi rasa nikmat itu sungguh Allah batasi .

SEMOGA BERMANFAAT... AAMIIN

KATA-KATA MUTIARA

 السلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته
Salam KORDA
Assalam Bissalam Lissalam
selamat malam sahabat dumay semua..
semoga langkah kita selalu ada dalam Ridho Alloh..Aamiin
postingan santri dhoif...


  
1.   مَنْ جَدَّ وَجَدَ
1. Barang siapa bersungguh-sungguh, dapatlah ia.

2.  مَنْ صَبَرَ ظَفِرَ

2. Barang siapa sabar beruntunglah ia.

3. مَنْ سَارَ عَلىَ الدَّرْبِ وَصَلَ

3. Barang siapa berjalan pada jalannya sampailah ia

4.   مَنْ قَلَّ صِدْقُهُ قَلَّ صَدِيْقُهُ

4. Barang siapa sedikit benarnya/kejujurannya, sedikit pulalah temannya.

5.   جَالِسْ أَهْلَ الصِّدْقِ وَالوَفَاءِ

5. Pergaulilah orang yang jujur dan menepati janji.

6.   مَوَدَّةُ الصَّدِيْقِ تَظْهَرُ وَقْتَ الضِّيْقِ

6. Kecintaan/ketulusan teman itu, akan tampak pada waktu kesempitan.

7.   وَمَااللَّذَّةُ إِلاَّ بَعْدَ التَّعَبِ

7. Tidak kenikmatan kecuali setelah kepayahan.

8.   الصَّبْرُ يُعِيْنُ عَلىَ كُلِّ عَمَلٍ

8. Kesabaran itu menolong segala pekerjaan.

9.   جَرِّبْ وَلاَحِظْ تَكُنْ عَارِفًا

9. Cobalah dan perhatikanlah, niscaya kau jadi orang yang tahu.

10.  اُطْلُبِ العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلىَ اللَّحْدِ

10. Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang kubur.

11.    بَيْضَةُ اليَوْمِ خَيْرٌ مِنْ دَجَاجَةِ الغَدِ

11. Telur hari ini lebih baik daripada ayam esok hari.

12.   الوَقْتُ أَثْمَنُ مِنَ الذَّهَبِ

12. Waktu itu lebih mahal daripada emas.

13.  العَقْلُ السَّلِيْمُ فيِ الجِسِْم السَّلِيْمِ

13. Akal yang sehat itu terletak pada badan yang sehat.

14.   خَيْرُ جَلِيْسٍ فيِ الزَّمَانِ كِتَابٌ

14. Sebaik-baik teman duduk pada setiap waktu adalah buku.

15.    مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ

15. Barang siapa menanam pasti akan memetik (mengetam).

16.     خَيْرُ الأَصْحَابِ مَنْ يَدُلُّكَ عَلىَ الخَيْرِ

16. Sebaik-baik teman itu ialah yang menunjukkan kamu kepada kebaikan.

17.     لَوْلاَ العِلْمُ لَكَانَ النَّاسُ كَالبَهَائِمِ

17. Seandainya tiada berilmu niscaya manusia itu seperti binatang.

18.    العِلْمُ فيِ الصِّغَرِ كَالنَّقْشِ عَلىَ الحَجَرِ

18. Ilmu pengetahuan diwaktu kecil itu, bagaikan ukiran di atas batu.

19.      لَنْ تَرْجِعَ الأَياَّمُ الَّتيِ مَضَتْ

19. Tidak akan kembali hari-hari yang telah berlalu.

20.     تَعَلَّمَنْ صَغِيْرًا وَاعْمَلْ بِهِ كَبِيْرًا

20. Belajarlah di waktu kecil dan amalkanlah di waktu besar.

21.    العِلْمُ بِلاَ عَمَلٍ كَالشَّجَرِ بِلاَ ثَمَر

21. Ilmu tiada amalan bagaikan pohon tidak berbuah.

22.    الاتِّحَادُ أَسَاسُ النَّجَاحِ

22. Bersatu adalah pangkal keberhasilan.

23.  لاَ تَحْتَقِرْ مِسْكِيْنًا وَكُنْ لَهُ مُعِيْناً

23. Jangan engkau menghina orang miskin bahkan jadilah penolong baginya.

24.    الشَّرَفُ بِالأَدَبِ لاَ بِالنَّسَبِ

24. Kemuliaan itu dengan adab kesopanan, (budi pekerti) bukan dengan keturunan.

25.   سَلاَمَةُ الإِنْسَانِ فيِ حِفْظِ اللِّسَانِ

25. Keselamatan manusia itu dalam menjaga lidahnya (perkataannya).

26.     آدَابُ المَرْءِ خَيْرٌ مِنْ ذَهَبِهِ

26. Adab seseorang itu lebih baik (lebih berharga) daripada emasnya.

27.     سُوْءُ الخُلُقِ يُعْدِي

27. Kerusakan budi pekerti/akhlaq itu menular.

28.      آفَةُ العِلْمِ النِّسْياَنُ

28. Bencana ilmu itu adalah lupa.

29.     إِذَا صَدَقَ العَزْمُ وَضَحَ السَّبِيْلُ

29. Jika benar kemauannya niscaya terbukalah jalannya.

30.     لاَ تَحْتَقِ�

Semoga bemanfaat buat kita semua
Aamiin

Renungan

السلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته
Assalam Bissalam Lissalam

postingan santri dhoif
KORDA -KOMUNITAS REMAJA DA'WAH-





Sdrku... Mari sejenak bertafakur untuk mengenang wafatnya ibunda kita /umat muslim *Siti* *Khadijah* istri kesayangan Rosulullah Muhammad saw. Semoga menjadi ibroh kita dan menambah keimanan. ( berulang saya membacanya selalu 😭😭😭)

*DETIK-DETIK WAFATNYA SITI KHADIJAH, ISTRI TERCINTA RASULULLAH*

Siti Khadijah adalah istri pertama Rasulullah. Orang yang pertama kali beriman kepada ALLAH dan kenabian Rasulullah. Orang yang sangat berjasa bagi dakwah Rasulullah dan penyebaran agama Islam.

Siti Khadijah wafat pada hari ke-11 bulan Ramadlan tahun ke-10 kenabian, tiga tahun sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Khadijah wafat dalam usia 65 tahun, saat usia Rasulullah sekitar 50 tahun.

PERMINTAAN TERAKHIR

Diriwayatkan, ketika Khadijah sakit menjelang ajal, Khadijah berkata kepada Rasululllah SAW,

Aku memohon maaf kepadamu, Ya Rasulullah, kalau aku sebagai istrimu belum berbakti kepadamu.

Jauh dari itu ya Khadijah. Engkau telah mendukung dawah Islam sepenuhnya, jawab Rasulullah

Kemudian Khadijah memanggil Fatimah Azzahra dan berbisik,

Fatimah putriku, aku yakin ajalku segera tiba, yang kutakutkan adalah siksa kubur. Tolong mintakan kepada ayahmu, aku malu dan takut memintanya sendiri, agar beliau memberikan sorbannya yang biasa untuk menerima wahyu agar dijadikan kain kafanku.

Mendengar itu Rasulullah berkata,

Wahai Khadijah, ALLAH menitipkan salam kepadamu, dan telah dipersiapkan tempatmu di surga.

Ummul mukminin, Siti Khadijah pun kemudian menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan Rasulullah. Didekapnya istri Beliau itu dengan perasaan pilu yang teramat sangat. Tumpahlah air mata mulia Beliau dan semua orang yang ada disitu.

KAIN KAFAN DARI ALLAH

Saat itu Malaikat Jibril turun dari langit dengan mengucap salam dan membawa lima kain kafan. Rasulullah menjawab salam Jibril dan kemudian bertanya,

Untuk siapa sajakah kain kafan itu, ya Jibril?

Kafan ini untuk Khadijah, untuk engkau ya Rasulullah, untuk Fatimah, Ali dan Hasan jawab Jibril. Jibril berhenti berkata dan kemudian menangis.

Rasulullah bertanya, Kenapa, ya Jibril?

Cucumu yang satu, Husain tidak memiliki kafan, dia akan dibantai dan tergeletak tanpa kafan dan tak dimandikan sahut Jibril.

Rasulullah berkata di dekat jasad Khadijah,

Wahai Khadijah istriku sayang, demi ALLAH, aku takkan pernah mendapatkan istri sepertimu. Pengabdianmu kepada Islam dan diriku sungguh luar biasa. ALLAH maha mengetahui semua amalanmu.

"Semua hartamu kau hibahkan untuk Islam. Kaum muslimin pun ikut menikmatinya. Semua pakaian kaum muslimin dan pakaianku ini juga darimu.

"Namun begitu, mengapa permohonan terakhirmu kepadaku hanyalah selembar sorban?

Tersedu Rasulullah mengenang istrinya semasa hidup.

Seluruh kekayan Khadijah diserahkan kepada Rasulullah untuk perjuangan agama Islam. Dua per tiga kekayaan Kota Mekkah adalah milik Khadijah. Tetapi ketika Khadijah hendak menjelang wafat, tidak ada kain kafan yang bisa digunakan untuk menutupi jasad Khadijah.

Bahkan pakaian yang digunakan Khadijah ketika itu adalah pakaian yang sudah sangat kumuh dengan 83 tambalan diantaranya dengan kulit kayu.

Rasulullah kemudian berdoa kepada ALLAH.

Ya ALLAH, ya Ilahi Rabbi, limpahkanlah rahmat-Mu kepada Khadijahku, yang selalu membantuku dalam menegakkan Islam. Mempercayaiku pada saat orang lain menentangku. Menyenangkanku pada saat orang lain menyusahkanku. Menentramkanku pada saat orang lain membuatku gelisah. Oh Khadijahku sayang, kau meninggalkanku sendirian dalam perjuanganku. Siapa lagi yang akan membantuku?

Tiba-tiba Ali berkata, Aku, Ya Rasulullah!

PENGORBANAN SITI KHADIJAH SEMASA HIDUP

Dikisahkan, suatu hari ketika Rasulullah pulang dari berdakwah, Beliau masuk ke dalam rumah. Khadijah menyambut, dan hendak berdiri di depan pintu. Ketika Khadijah hendak berdiri, Rasulullah bersabda,

Wahai Khadijah tetaplah kamu ditempatmu.

Ketika itu Khadijah sedang menyusui Fatimah yang masih bayi.

Saat itu seluruh kekayaan mereka telah habis. Seringkali makananpun tak punya. Sehingga ketika Fatimah menyusu, bukan air susu yang keluar akan tetapi darah. Darahlah yang masuk dalam mulut Fatimah r.a.

Kemudian Beliau mengambil Fatimah dari gendongan istrinya lalu diletakkan di tempat tidur. Rasulullah yang lelah seusai pulang berdakwah dan menghadapi segala caci maki dan fitnah manusia itu lalu berbaring di pangkuan Khadijah.

Rasulullah tertidur. Ketika itulah Khadijah membelai kepala Rasulullah dengan penuh kelembutan dan rasa sayang. Tak terasa air mata Khadijah menetes di pipi Rasulullah. Beliau pun terjaga.

Wahai Khadijah Mengapa engkau menangis? Adakah engkau menyesal bersuamikan aku, Muhammad? tanya Rasulullah dengan lembut.

Dahulu engkau wanita bangsawan, engkau mulia, engkau hartawan. Namun hari ini engkau telah dihina orang. Semua orang telah menjauhi dirimu. Seluruh kekayaanmu habis. Adakah engkau menyesal wahai Khadijah bersuamikan aku, Muhammad?" lanjut Rasulullah tak kuasa melihat istrinya menangis.

Wahai suamiku. Wahai Nabi ALLAH. Bukan itu yang kutangiskan." jawab Khadijah.

"Dahulu aku memiliki kemuliaan. Kemuliaan itu telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku adalah bangsawan. Kebangsawanan itu juga aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku memiliki harta kekayaan. Seluruh kekayaan itupun telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya.

"Wahai Rasulullah. Sekarang aku tak punya apa-apa lagi. Tetapi engkau masih terus memperjuangkan agama ini. Wahai Rasulullah. Sekiranya nanti aku mati sedangkan perjuanganmu ini belum selesai, sekiranya engkau hendak menyebrangi sebuah lautan, sekiranya engkau hendak menyebarangi sungai namun engkau tidak memperoleh rakit pun atau pun jembatan.

"Maka galilah lubang kuburku, ambilah tulang belulangku. Jadikanlah sebagai jembatan untuk engkau menyebrangi sungai itu supaya engkau bisa berjumpa dengan manusia dan melanjutkan dakwahmu.

"Ingatkan mereka tentang kebesaran Allah. Ingatkan mereka kepada yang hak. Ajak mereka kepada Islam, wahai Rasulullah.

Karena itu, peristiwa wafatnya Siti Khadijah sangat menusuk jiwa Rasulullah. Alangkah sedih dan pedihnya perasaan Rasulullah ketika itu karena dua orang yang dicintainya yaitu istrinya Siti Khadijah dan pamannya Abu Thalib telah wafat.

Tahun itu disebut sebagai Aamul Huzni (tahun kesedihan) dalam kehidupan Rasulullah.

Ilaa hadlratin Nabiyyil musthafa, wa ilaa Khadijah al Kubra, al Fatihah. 

Tulisan Ustadz Zainul Hakim pada WA group Masjid Al Istiqomah.

Kitab Al Busyro, yang ditulis Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliky al Hasani.

Jika antum mau share niatkanlah dengan baik mudah-mudahan bisa jadi obat bagi masalah antum dan kita semua.


Syukran.. Jazakumullah

Biografi Al faqir

 السلام عليكم ورحمة الله     Pada hari ini Al Faqir hanya ingin bertahaduts bini'mah, menorehkan tulisan untuk kenangan bagi diri dan ke...